Selasa, 30 Maret 2010

BANJIR BANDANG TERJANG KOTA TUBAN

Tuban - Hujan deras yang mengguyur Kota Tuban sejak pukul 11.30 WIB, menyebabkan banjir bandang di wilayah Kecamatan Semanding dan Kecamatan Kota, Kabupaten Tuban, Selasa (30/3/2010) pukul 16.30 WIB.

Akibat tumpahan air bah dari lereng bukit kapur di wilayah Kecamatan Semanding -sisi selatan kota-, sejumlah ruas jalan di Kota Tuban tergenang. Air bercampur tanah berwarna kemerahan meluber dengan ketinggian 50 cm hingga 1 meter. Belum ada laporan adanya korban dari peristiwa di petang hari itu.

Ruas jalan yang tergenang diantaranya, beberapa titik di Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Jalan Gajah Mada, Jalan Pramuka, Jalan Manunggal selatan, Jalan Brawijaya hingga menembus Jalan Basuki Rahmad. Arus kendaraan dari Surabaya ke Semarang yang melintas kawasan Jalan Wahidin Sudiro Husodo merangkak.

Sedangkan desa-desa yang diterjang banjir diantaranya, Desa Bektiharjo, Desa Prunggahan Kulon, Desa Tegalagung dan Kelurahan Karang semuanya di wilayah Kecamatan Semanding. Air juga masuk wilayah Desa Kembangbilo, Sumurgung dan Kelurahan Kebonsari, Sendangharjo dan kelurahan Sidorejo, semuanya di wilayah Kecamatan Kota.

Datangnya banjir bandang sudah diduga warga, karena kejadian serupa telah berlangsung pada Jumat (29/1/2010) lalu. Penyebabnya sama, melibernya air dari Sungai Karang dan saluran pembuangan di Desa Kembangbilo. Kedua sungai ini relatif berkapasitas kecil, sehingga begitu air bah datang akibat gundulnya hutan di Semanding tak mampu
menampung air.

Sejumlah warga yang ditemui Detiksurabaya.com menyatakan, mereka telah melakukan antisipasi terjadinya banjir bandang dengan menyelamatkan harta benda. Begitu air memasuki permukiman tidak lagi ada harta benda yang hanyut.

"Ini kejadian kedua setelah akhir bulan Januari lalu. Banjir bandang ini akibat penambangan batu kapur yang makin ramai di wilayah Semanding," tegas Muhammad Subakir (41), warga Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, Tuban saat ditemui berjaga di depan rumahnya yang tergenang air bah.

Hujan deras hingga petang ini yang tak kunjung reda di wilayah perbukitan Semanding, makin menyulitkan warga. Air semakin naik hingga mencapai pusar orang dewasa di wilayah Kelurahan Karang dan Desa Tegalagung. Banyak rumah warga yang rusak akibat terjangan air bah.

Sungai Karang yang airnya meluber membentang sepanjang 5,5 KM, melewati Kecamatan Semanding dan Kecamatan Kota Tuban. Sungai ini bermuara dari Desa Bektiharjo dan berakhir di Kali Joyo, di wilayah Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota, sebelum masuk ke laut.

http://detiksurabaya.com
READ MORE - BANJIR BANDANG TERJANG KOTA TUBAN

Senin, 29 Maret 2010

SUNAN BONANG

Sunan Bonang dilahirkan pada tahun 1465, dengan nama Raden Maulana Makdum Ibrahim. Dia adalah putra Sunan Ampel dan Nyai Ageng Manila. Bonang adalah sebuah desa di kabupaten Rembang.

Sunan Bonang wafat pada tahun 1525 M, dan saat ini makam aslinya berada di Desa Bonang. Namun, yang sering diziarahi adalah makamnya di kota Tuban. Lokasi makam Sunan Bonang ada dua karena konon, saat beliau meninggal, kabar wafatnya beliau sampai pada seorang muridnya yang berasal dari Madura. Sang murid sangat mengagumi beliau sampai ingin membawa jenazah beliau ke Madura. Namun, murid tersebut tak dapat membawanya dan hanya dapat membawa kain kafan dan pakaian-pakaian beliau. Saat melewati Tuban, ada seorang murid Sunan Bonang yang berasal dari Tuban yang mendengar ada murid dari Madura yang membawa jenazah Sunan Bonang. Mereka memperebutkannya.

Dalam Serat Darmo Gandhul, Sunan Bonang disebut Sayyid Kramat merupakan seorang Arab keturunan Nabi Muhammad.

Daftar isi

[sembunyikan]

Silsilah

Terdapat silsilah yang menghubungkan Sunan Bonang dan Nabi Muhammad:[rujukan?]

Sunan Bonang (Makdum Ibrahim) bin
Sunan Ampel (Raden Rahmat) Sayyid Ahmad Rahmatillah bin
Maulana Malik Ibrahim bin
Syekh Jumadil Qubro (Jamaluddin Akbar Khan) bin
Ahmad Jalaludin Khan bin
Abdullah Khan bin
Abdul Malik Al-Muhajir (dari Nasrabad,India) bin
Alawi Ammil Faqih (dari Hadramaut) bin
Muhammad Sohib Mirbath (dari Hadramaut) bin
Ali Kholi' Qosam bin
Alawi Ats-Tsani bin
Muhammad Sohibus Saumi'ah bin
Alawi Awwal bin
Ubaidullah bin
Ahmad al-Muhajir bin
Isa Ar-Rumi bin
Muhammad An-Naqib bin
Ali Uradhi bin
Ja'afar As-Sodiq bin
Muhammad Al Baqir bin
Ali Zainal 'Abidin bin
Hussain bin
Ali bin Abi Thalib (dari Fatimah az-Zahra binti Muhammad).

Karya Sastra

Sunan Bonang banyak menggubah sastra berbentuk suluk atau tembang tamsil. Antara lain Suluk Wijil yang dipengaruhi kitab Al Shidiq karya Abu Sa'id Al Khayr. Sunan Bonang juga menggubah tembang Tamba Ati (dari bahasa Jawa, berarti penyembuh jiwa) yang kini masih sering dinyanyikan orang.

Apa pula sebuah karya sastra dalam bahasa Jawa yang dahulu diperkirakan merupakan karya Sunan Bonang dan oleh ilmuwan Belanda seperti Schrieke disebut Het Boek van Bonang atau buku (Sunan) Bonang. Tetapi oleh G.W.J. Drewes, seorang pakar Belanda lainnya, dianggap bukan karya Sunan Bonang, melainkan dianggapkan sebagai karyanya.

Keilmuan

Sunan Bonang juga terkenal dalam hal ilmu kebathinannya. Ia mengembangkan ilmu (dzikir) yang berasal dari Rasullah SAW, kemudian beliau kombinasi dengan kesimbangan pernafasan[rujukan?] yang disebut dengan rahasia Alif Lam Mim ( ا ل م ) yang artinya hanya Allah SWT yang tahu. Sunan Bonang juga menciptakan gerakan-gerakan fisik atau jurus yang Beliau ambil dari seni bentuk huruf Hijaiyyah yang berjumlah 28 huruf dimulai dari huruf Alif dan diakhiri huruf Ya'. Ia menciptakan Gerakan fisik dari nama dan simbol huruf hijayyah adalah dengan tujuan yang sangat mendalam dan penuh dengan makna, secara awam penulis artikan yaitu mengajak murid-muridnya untuk menghafal huruf-huruf hijaiyyah dan nantinya setelah mencapai tingkatnya diharuskan bisa baca dan memahami isi Al-Qur'an. Penekanan keilmuan yang diciptakan Sunan Bonang adalah mengajak murid-muridnya untuk melakukan Sujud atau Sholat dan dzikir. Hingga sekarang ilmu yang diciptakan oleh Sunan Bonang masih dilestarikan di Indonesia oleh generasinya dan diorganisasikan dengan nama Padepokan Ilmu Sujud Tenaga Dalam Silat Tauhid Indonesia

READ MORE - SUNAN BONANG

Minggu, 28 Maret 2010

TATA SURYA

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.
READ MORE - TATA SURYA